Puskesmas Betung Edukasi Pelajar SMA Semendawai Barat Bahaya Rokok dan Miras Sejak Dini
Puskesmas Betung memberikan edukasi kepada peserta MPLS SMA Semendawai Barat tentang bahaya rokok dan minuman keras
OKU Timur – UPTD Puskesmas Betung terus mengintensifkan upaya promotif dan preventif di kalangan pelajar. Salah satunya melalui penyampaian materi tentang bahaya rokok dan minuman keras (miras) kepada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Semendawai Barat. Materi tersebut bertujuan membentuk kesadaran siswa agar menjauhi perilaku berisiko yang dapat merusak kesehatan dan masa depan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur, M. Yakub, SKM, MM, melalui Kepala UPTD Puskesmas Betung, Ns. Bunardi, S.Kep., FISQua, mengatakan edukasi sejak usia sekolah merupakan langkah strategis untuk mencegah munculnya kebiasaan merokok maupun penyalahgunaan minuman beralkohol di kalangan remaja.
"Melalui kegiatan MPLS ini kami ingin menanamkan pemahaman kepada para pelajar bahwa rokok dan minuman keras bukan hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat menghambat prestasi belajar, merusak masa depan, serta memicu berbagai persoalan sosial. Pencegahan harus dimulai sejak dini," ujar Bunardi.
Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa rokok mengandung lebih dari 4.000 zat kimia, ratusan di antaranya bersifat racun dan dapat memicu kanker. Kandungan nikotin menyebabkan kecanduan, tar bersifat karsinogenik, sedangkan karbon monoksida mengurangi kemampuan darah mengikat oksigen. Dampaknya antara lain meningkatkan risiko penyakit paru, kanker, serangan jantung, stroke hingga gangguan kesuburan.
Selain itu, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai bahaya asap rokok bagi perokok pasif. Asap rokok dapat membahayakan anggota keluarga, terutama anak-anak, karena meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan dan menurunkan fungsi paru-paru.
Tak hanya membahas rokok, Puskesmas Betung juga mengingatkan dampak buruk konsumsi minuman keras, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Miras dapat menyebabkan hilangnya kesadaran, kerusakan hati, gangguan otak, penyakit jantung, menurunkan sistem kekebalan tubuh, hingga memicu tindakan kriminal dan kecelakaan lalu lintas akibat hilangnya kendali diri.
Sebagai langkah pencegahan, para pelajar diajak memilih lingkungan pergaulan yang positif, mengembangkan hobi dan aktivitas produktif, berani mengatakan "tidak" ketika ditawari rokok maupun minuman keras, serta selalu mengingat dampak kesehatan yang ditimbulkan.
Bunardi berharap melalui edukasi tersebut para siswa dapat menjadi generasi yang sehat, produktif, serta mampu menjadi pelopor gaya hidup bebas rokok dan minuman keras, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.
Baca Juga
Editor: Redaksi
Dapatkan update informasi pilihan dan berita terbaru setiap hari dari Citranusamedia.com, Mari bergabung di Grup Telegram "CNM MEDIA", caranya klik link ini: GABUNG SEKARANG, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.