OKU Timur, CNM— Upaya pengendalian rabies di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) terus diperkuat. Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) OKU Timur mencatat sebanyak 7.116 ekor hewan penular rabies (HPR) menjadi bagian dari populasi yang perlu mendapat perhatian.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.000 ekor HPR telah mendapatkan vaksinasi rabies dalam rangkaian peringatan World Rabies Day 2026.
Vaksinasi dilaksanakan pada 10 hingga 25 September 2026 dengan menjangkau 10 kecamatan dan 32 desa di Kabupaten OKU Timur.
Langkah ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat agar lebih aktif menjaga kesehatan hewan peliharaan dan mencegah potensi penularan rabies.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten OKU Timur, Yuniharyanto, S.ST., M.M., mengatakan pengendalian rabies membutuhkan langkah pencegahan yang dilakukan secara konsisten.
“Penyakit rabies merupakan salah satu ancaman serius bagi kesehatan hewan. Di Kabupaten OKU Timur, populasi hewan penular rabies saat ini mencapai 7.116 ekor,” ujar Yuniharyanto.
Menurutnya, vaksinasi menjadi salah satu langkah penting untuk memberikan perlindungan kepada HPR. Namun, pencegahan juga membutuhkan peran pemilik hewan dan masyarakat dalam melakukan pengawasan.
Karena itu, Diskannak turut mengedepankan edukasi publik dalam rangkaian World Rabies Day 2026. Salah satunya melalui kegiatan Diskannak Fun Cat Show yang melibatkan masyarakat serta komunitas pecinta hewan.
Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi pemilik hewan untuk memahami pentingnya perawatan, kesehatan dan vaksinasi hewan secara berkala.
40 Kader Siaga Rabies Dibentuk
Upaya pencegahan juga diperluas dengan melibatkan masyarakat melalui pembentukan Kader Siaga Rabies (KASIRA).
Sebanyak 40 orang mengikuti pelatihan KASIRA. Mereka dipersiapkan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi rabies di lingkungan masing-masing.
Kehadiran kader diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan hewan yang menunjukkan indikasi mencurigakan maupun kejadian yang berpotensi berkaitan dengan rabies.
Yuniharyanto menegaskan, momentum World Rabies Day tidak boleh berhenti sebagai kegiatan tahunan. Menurutnya, pengendalian rabies harus dilakukan secara berkesinambungan melalui jajaran teknis hingga ke tingkat masyarakat.
“Upaya pencegahan dan penanggulangan rabies akan terus berlanjut melalui seluruh UPTD, baik secara pasif maupun aktif, guna memastikan OKU Timur tetap aman dari ancaman rabies,” tegasnya.
Puncak peringatan World Rabies Day 2026 digelar di Sport Center Belitang, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, M.T., Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Selatan Ir. Ruzuan Effendi, M.M., Kajari OKU Timur, Kapolres OKU Timur serta unsur Forkopimda Plus.
Dengan kombinasi vaksinasi, edukasi dan pelibatan kader, Diskannak OKU Timur berupaya membangun sistem pencegahan rabies yang lebih dekat dengan masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan hewan sekaligus melindungi masyarakat dari risiko penyakit yang dapat ditularkan melalui HPR. (®)
Baca Juga
Editor: Redaksi
Dapatkan update informasi pilihan dan berita terbaru setiap hari dari Citranusamedia.com, Mari bergabung di Grup Telegram "CNM MEDIA", caranya klik link ini: GABUNG SEKARANG, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.